Sabtu, 14 Januari 2012

Klasifikasi Delta-Delta yang Ada Di Sumatera Selatan

Delta adalah landform yang dibuat di mulut sebuah sungai di mana sungai yang mengalir ke dalam laut, laut, muara, danau, waduk, rata gersang daerah, atau ke sungai. Deltas yang dibentuk dari endapan dari yang dibawa oleh sungai sebagai alur daun mulut sungai. Lebih lama dari waktu, endapan ini membangun karakteristik geografis pola delta sungai.    
Sungai deltas mengalir bila sungai membawa endapan mencapai daerah pusat penampungan air, seperti danau, laut, atau waduk. Arus ekspansi hasil penurunan arus kecepatan yang diminimalisir untuk mengalir ke transportasi sedimen. Seiring waktu, satu saluran ini akan membangun sebuah aliran yang memiliki daerah endapan, Sehingga saluran sungai menjadi tidak stabil karena dua alasan. Pertama, air dibawah karena gravitasi akan cenderung mengalir di paling bawah lereng. Sehingga dapat menyebabkan banjir. Kedua, sebagai aliran rendah , jumlah pengikisan lapisan permukaan pada aliran sungai akan menghasilkan endapan dari endapan di saluran dan saluran untuk naik ke daerah delta yang relatif terhadap floodplain. Hal ini akan memudahkan sungai untuk membentuk pola aliran baru. Sering kali bila saluran ini, sebagian dari arus dapat tetap berada di saluran yang ditinggalkan. Bila saluran ini terjadi berulang kali berganti sepanjang waktu, maka delta akan membentuk sebuah cabang jaringan.
Cabang jaringan dari saluran sungai akan membentuk mulut bar (kandungan didalam daerah tersebut berupan endapan sediment). Bila saluran ini dipertengahan bar maka terdapat endapan di mulut sungai, dan akan membentuk saluran cabang-cabang baru. Dalam kedua kasus ini, proses depositional memaksa kembali dari endapan dari bidang tinggi endapan ke daerah-daerah yang rendah endapan. Sungai Musi adalah contoh dari sungai yang sering mengendapkan material sediment karena bentuk dan kondisi permukaan sungai Musi yang lebih relatif datar, tidak memiliki tekstur yang curam dan disini pengaruh dari arus laut tidak memiliki kontribusi yang cukup besar untuk membawa material sediment ke dalam permukaan laut, dikarenakan posisi dari delta Upang, delta Saleh, dan delta Telang yang relative jauh letaknya dengan laut, atau karena disana dihalangi oleh sebuah kepulauan Bangka Belitung sehingga wilayah pertengahannya, atau biasa kita sebut dengan selat, yakni selat Bangka tidak membawa arus yang besar karena ombak pada selat tersebut relative landai.
Deltas biasanya diklasifikasikan menurut kontrol utama pada endapan, yang biasanya baik sungai, ombak, atau arus. Klasifikasi ini memiliki kontrol yang besar terhadap bentuk yang dihasilkan delta. Di Sumatera Selatan, terdapat delta musi dan memiliki cabang – cabang delta, seperti delta Upang, delta Saleh dan delta Telang. Delta-delta ini jika diklasifikasikan termasuk dalam “ High Constructive deltas” atau dalam pembentukan delta ini proses yang lebih dominan adalah proses dari sungai. Sehingga pada delta-delta tersebut memliki kadar sediment yang banyak, karena inputnya adalah sungai. Secara Physiographic, delta – delta di Sumatera Selatan baik delta Upang, delta Saleh, dan delta Telang termasuk dalam Upper Delta Plain, mengapa demikian? Ini dikarenakan dilihat dari posisi delta yang masih menjorok ke dalam daratan sehingga pengaruh laut disini kurang berperan. Dan secara Stratigraphically delta-delta ini termasuk dalam kelompok Topset beds, maksudnya disini delta-delta ini relatif horizontal, pada keadaan ini delta – delta Musi  tidak dijumpai tekstur yang curam.
Jadi, Secara garis besar delta-delta Musi, baik delta Upang, delta Saleh dan delta Telang memiliki tekstur dan struktur yang sama dikarenakan jarak antar delta yang berdekatan,  dan merupakan suatu percabangan delta induk yakni delta Musi, dan karekteristik dari delta-delta tersebut didominasi oleh sungai sehingga memilki material sediment yang dominant dan delta-delta ini memilki bentuk yang relative datar.

Pengertian Proyeksi Peta

Persoalan ditemui dalam upaya menggambarkan garis yang nampak lurus pada muka lengkungan bumi ke bidang datar peta. Bila cakupan daerah pengukuran dan penggambaran tidak terlalu luas, seperti halnya dalam ilmu ukur tanah (plane surveying) yang muka lengkungan bumi bisa dianggap datar maka tidak ditemui perbedaan yang berarti antara unsur di muka bumi dan gambarannya di peta.
Proyeksi peta adalah teknik-teknik yang digunakan untuk menggambarkan sebagian atau keseluruhan permukaan tiga dimensi yang secara kasaran berbentuk bola ke permukaan datar dua dimensi dengan distorsi sesedikit mungkin. Dalam proyeksi peta diupayakan sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di muka bumi dan di peta.
Bentuk bumi bukanlah bola tetapi lebih menyerupai ellips 3 dimensi atau ellipsoid. Istilah ini sinonim dengan istilah spheroid yang digunakan untuk menyatakan bentuk bumi. Karena bumi tidak uniform, maka digunakan istilah geoid untuk menyatakan bentuk bumi yang menyerupai ellipsoid tetapi dengan bentuk muka yang sangat tidak beraturan.
Untuk menghindari kompleksitas model matematik geoid, maka dipilih model ellipsoid terbaik pada daerah pemetaan, yaitu yang penyimpangannya terkecil terhadap geoid. WGS-84 (World Geodetic System) dan GRS-1980 (Geodetic Reference System) adalah ellipsoid terbaik untuk keseluruhan geoid. Penyimpangan terbesar antara geoid dengan ellipsoid WGS-84 adalah 60 m di atas dan 100 m di bawah-nya. Bila ukuran sumbu panjang ellipsoid WGS-84 adalah 6 378 137 m dengan kegepengan 1/298.257, maka rasio penyimpangan terbesar ini adalah 1 / 100 000. Indonesia, seperti halnya negara lainnya, menggunakan ukuran ellipsoid ini untuk pengukuran dan pemetaan di Indonesia. WGS-84 "diatur, diimpitkan" sedemikian rupa diperoleh penyimpangan terkecil di kawasan Nusantara RI. Titik impit WGS-84 dengan geoid di Indonesia dikenal sebagai datum Padang (datum geodesi relatif) yang digunakan sebagai titik reference dalam pemetaan nasional. Sebelumnya juga dikenal datum Genuk di daerah sekitar Semarang untuk pemetaan yang dibuat Belanda. Menggunakan ER yang sama – WGS 84, sejak 1995 pemetaan nasional di Indonesia menggunakan datum geodesi absolut. DGN-95. Dalam sistem datum absolut ini, pusat ER berimpit dengan pusat masa bumi.
Untuk memudahkan rekonstruksi proyeksi peta dari titik di muka bumi maka digunakan model spheroid dengan volume yang sama dengan spheroid terbaik. Rekonstruksi proyeksi peta yang baik adalah yang bisa meminimkan distorsi dalam hal: luas, bentuk, arah dan jarak. Dalam praktek tak ada satupun sistem proyeksi peta yang bisa menghasilkan peta dengan keempat faktor luas, bentuk, arah dan jarak tidak mengalami distorsi. Upaya mempertahan salah satu unsur berakibat terjadinya distorsi pada unsur yang lain.
Sistem proyeksi peta dibuat untuk mereduksi sekecil mungkin distorsi tersebut dengan:
•    Membagi daerah yang dipetakan menjadi bagian-bagian yang tidak terlalu luas, dan
•    Menggunakan bidang peta berupa bidang datar atau bidang yang dapat didatarkan tanpa mengalami distorsi seperti bidang kerucut dan bidang silinder.
Kebanyakan orang enggan untuk berpindah atau ganti dari satu sistem proyeksi peta ke sistem proyeksi peta yang lain. Namun dengan berkembang majunya teknologi komputer dan komunikasi dengan terapannya dalam bidang pemetaan, seperti GPS dan GIS, maka perpindahan sistem proyeksi merupakan hal yang penting dan untuk dikerjakan.

Jumat, 13 Januari 2012

Jenis Peta

Peta bisa dijeniskan berdasarkan isi, skala, penurunan serta penggunaannya.
•    Peta berdasarkan isinya:
Peta hidrografi: memuat informasi tentang kedalaman dan keadaan dasar laut serta informasi lainnya yang diperlukan untuk navigasi pelayaran.
Peta geologi: memuat informasi tentang keadaan geologis suatu daerah, bahan-bahan pembentuk tanah dll. Peta geologi umumnya juga menyajikan unsur peta topografi.
Peta kadaster: memuat informasi tentang kepemilikan tanah beserta batas dll-nya.
Peta irigasi: memuat informasi tentang jaringan irigasi pada suatu wilayah.
Peta jalan: memuat informasi tentang jejaring jalan pada suatu wilayah
Peta Kota: memuat informasi tentang jejaring transportasi, drainase, sarana kota dll-nya.
Peta Relief: memuat informasi tentang bentuk permukaan tanah dan kondisinya.
Peta Teknis: memuat informasi umum tentang tentang keadaan permukaan bumi yang mencakup kawasan tidak luas. Peta ini dibuat untuk pekerjaan perencanaan teknis skala
1 : 10 000 atau lebih besar.
Peta Topografi: memuat informasi umum tentang keadaan permukaan bumi beserta informasi ketinggiannya menggunkan garis kontur. Peta topografi juga disebut sebagai peta dasar.
Peta Geografi: memuat informasi tentang ikhtisar peta, dibuat berwarna dengan skala lebih kecil dari 1 : 100 000.
•    Peta berdasarkan skalanya:
Peta skala besar: skala peta 1 : 10 000 atau lebih besar.
Peta skala sedang: skala peta 1 : 10 000 - 1 : 100 000.
Peta skala kecil: skala peta lebih kecil dari 1 : 100 000.
Peta tanpa skala kurang atau bahkan tidak berguna. Skala peta menunjukkan ketelitian dan kelengkapan informasi yang tersaji dalam peta. Peta skala besar lebih teliti dan lebih lengkap dibandingkan peta skala kecil. Skala peta bisa dinyatakan dengan: persamaan (engineer's scale), perbandingan atau skala numeris (numerical or fractional scale) atau skala fraksi dan grafis (graphical scale).
•    Peta berdasarkan penurunan dan penggunaan:
Peta dasar: digunakan untuk membuat peta turunan dan perencanaan umum maupun pengembangan suatu wilayah. Peta dasar umunya menggunakan peta topografi.
Peta tematik: dibuat atau diturunkan berdasarkan peta dasar dan memuat tema-tema tertentu.

TABEL WAKTU GEOLOGI

Struktur dan lokasi lapisan kulit batuan dalam waktu tertentu, kita membutuhkan beberapa unit pada skala waktu geologi. Selama lebih dari 570 juta tahun adalah masa Precambrion. Tiga masa berikutnya adalah Paleozoic, Mesozoic, dan Cenozoic. Seluruh masa ini menunjukkan evolusi bentuk-bentuk kehidupan di laut dan di darat. Zaman-zaman geologi juga dibagi menjadi beberapa periode; namanya zaman dan durasi yang diberikan pada tabel 12.1. Keseluruhan waktu geologi, singkat tetapi pembentukan lapisan-lapisan kulit menjadi retak dan patah. Pembentukan bagian gunung semacam ini diketahui sebagai suatu orogeni.

Tabel 12.1. Zaman Cenozoic berpusat pada permukaan daratan karena karakter pemandangan di sekitarnya sekarang, terbentuk 65 juta tahun lamanya ketika mulai zaman ini. Karena zaman Cenozoic termasuk durasi yang singkat, tidak mungkin lebih dari durasi rata-rata umur yang lebih tua. Zaman ini dibagi secara langsung menjadi beberapa unit waktu yang disebut epoc.

Bangsa manusia genus homo, terbentuk pada zaman EpocPliocean terakhir. Seperti yang anda lihat, periode okupasi manusia pada permukaan bumi adalah momen yang terjadi pada durasi yang lama sepanjang sejarah geologi.

Konsep Dasar Digital Mapping

Digital Mapping atau Pemetaan Digital adalah suatu cara baru dalam pembuatan peta, baik untuk keperluan pencetakan ataupun dalam format peta digital. Inti dari model pemetaan digital adalah proses pengolahan obyek-obyek peta yang menggunakan format digital sehingga membutuhkan media perangkat keras komputer dan perangkat lunaknya. Perangkat keras yang paling sering digunakan karena kelebihan dalam hal pengoperasian dan ketersediaan perangkat lunak adalah Personal Computer (PC) yang menggunakan perangkat lunak Dekstop Mapping, seperti ArcInfo, ArcView atau MapInfo Professional.


Sebagai masukan atau input data dapat menggunakan data peta analog yang sudah ada, hasil interpretasi foto udara atau citra digital. Data-data analog ini perlu dilakukan digitalisasi (mengubah informasi dari analog ke digital), melalui vektorisasi dengan perangkat keras meja digitizer atau rasterisasi (scanning) yang kemudian diubah ke data vektor juga.

    Untuk proses editing obyek-obyek peta yang berupa simbol-simbol titik (point), garis (line), ataupun poligon (area) dilakukan dalam format data vektor, hal ini mengingat kemampuan format vektor yang tidak terpengaruh oleh besar kecilnya nilai pixel. Ketika dilakukan zooming (in atau out) informasi yang tersimpan dalam format vektor tidak berubah. Hal ini sangat berbeda bila menggunakan format data raster yang terpengaruh oleh zooming kenampakan pada layar monitor.

    Dengan berbagai manipulasi yang ada pada beragam perangkat lunak yang digunakan, setelah melalui proses editing dan perancangan lay out akan dihasilkan peta baru yang siap dicetak ataupun untuk informasi lain dalam format digital. Peta baru dalam format digital ini memiliki banyak keuntungan apabila akan digandakan, dikirim ketempat lain, atau jika akan dilakukan penambahan atau pengurangan informasi baru kedalamnya. Untuk penyimpanannya pun jauh lebih hemat, praktis dan relatif tahan lama.

SISTEM INISIASI PELEDAKAN (Blast Initiation System)

Inisiator merupakan suatu istilah yang diguanakan oleh perusahaan (industri) bahan peledakn untuk mendeskripsikan peralatan yang dapat dig...