Senin, 15 Oktober 2012

Tekstur Batuan Beku



Pengertian Teksture Batuan Beku
Pengertian tekstur batuan mengacu pada kenampakan butir-butir mineral yang ada di dalamnya, yang meliputi tingkat kristalisasi, ukuran butir, bentuk butir, granularitas, dan hubungan antar butir (fabric). Jika warna batuan berhubungan erat dengan komposisi kimia dan mineralogi, maka tekstur berhubungan dengan sejarah pembentukan dan keterdapatannya. Tekstur merupakan hasil dari  rangkaian proses sebelum,dan sesudah kristalisasi.

Macam-Macam Tekstur Batuan Beku 
1.      Tekstur Umum Batuan Beku
Berikut ini merupakan tekstur yang umum pada batuan beku :
a.      Kristalinitas
Kristalinitas adalah derajat kristalisasi dari suatu batuan beku pada waktu terbentuknyabatuan tersebut. Kristalinitas dalam fungsinya digunakan untuk menunjukkan berapa banyak yang berbentuk kristal dan yang tidak berbentuk kristal, selain itu juga dapat mencerminkankecepatan pembekuan magma. Apabila magma dalam pembekuannya berlangsung lambat makakristalnya kasar. Sedangkan jika pembekuannya berlangsung cepat maka kristalnya akan halus,akan tetapi jika pendinginannya berlangsung dengan cepat sekali maka kristalnya berbentuk  amorf.  Dalam pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat kristalisasi, yaitu:
·          Holokristalin, yaitu batuan beku dimana semuanya tersusun oleh Kristal,hal ini menunjukkan bahwa proses kristalisasi berlangsung begitu lama sehingga memungkinkan terbentuknya mineral – mineral dengan bentuk kristal yang relatif sempurna.  Tekstur holokristalin adalah karakteristik batuan plutonik, yaitu mikrokristalin yang telah membeku di dekatpermukaan.
·         Hipokristalin, yaitu apabila sebagian batuan terdiri dari massa gelas dan sebagian lagi terdiridari massa Kristal, , hal ini menunjukkan proses kristalisasi berlangsung relatif lama namun masih memingkinkan terbentuknya mineral dengan bentuk kristal yang kurang.
·         Holohyalin, yaitu batuan beku yang semuanya tersusun dari massa gelas, , hal ini menunjukkan bahwa proses kristalisasi magma berlangsung relatif singkat sehingga tidak memungkinkan pembentukan mineral – mineral dengan bentuk yang sempurna.  Tekstur holohyalin banyak terbentuk sebagai lava (obsidian), dike dan sill, atau sebagai fasies yang lebih kecil daritubuh batuan.
b.      Granularitas
Granularitas didefinisikan sebagai besar butir (ukuran) pada batuan beku. Pada umumnya dikenaldua kelompok tekstur ukuran butir, yaitu:
·         Fanerik/fanerokristalin
Besar kristal-kristal dari golongan ini dapat dibedakan satu sama lain secara megaskopis denganmata biasa. Kristal-kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan menjadi:
v  Halus ( fine), apabila ukuran diameter butir kurang dari 1 mm.
v  Sedang (medium), apabila ukuran diameter butir antara 1 – 5 mm.
v  Kasar (coarse), apabila ukuran diameter butir antara 5 – 30 mm.
v  Sangat kasar (very coarse), apabila ukuran diameter butir lebih dari 30 mm.

·         Afanitik 
Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak dapat dibedakan dengan mata biasa sehinggadiperlukan bantuan mikroskop. Batuan dengan tekstur afanitik dapat tersusun oleh kristal, gelas atau keduanya. Dalam analisa mikroskopis dapat dibedakan:
v  Mikrokristalin, apabila mineral-mineral pada batuan beku bisa diamati dengan bantuanmikroskop dengan ukuran butiran sekitar 0,1 –0,01 mm.
v  Kriptokristalin, apabila mineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil untuk diamatimeskipun dengan bantuan mikroskop. Ukuran butiran berkisar antara 0,01 –0,002 mm.
v   Amorf/glassy/hyaline, apabila batuan beku tersusun oleh gelas
·         Porfiritik
Batuan yang kristalnya sebagian dapat dibedakan dengan mata biasa (berukuran besar) dan sebagian Kristal lainnya tidak dapat dibedakan dengan mata biasa, hingga hanya bias dilihat dengan menggunakan bantuan mikroskop. Serta fenokrisnya tertanam dalam massa dasar yang halus
Description: grafik3Description: grafik3Description: grafik3Description: grafik3
c.       Bentuk Kristal
Bentuk kristal adalah sifat dari suatu kristal dalam batuan, jadi bukan sifat batuan secarakeseluruhan. Ditinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentuk kristal, yaitu:
·         Euhedral, apabila batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang kristal.
·         Subhedral, apabila sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi.
·          Anhedral, apabila mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli.
Ditinjau dari pandangan tiga dimensi, dikenal empat bentuk kristal, yaitu:
·          Equidimensional, apabila bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang.
·         Tabular , apabila bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi yang lain.
·         Prismitik , apabila bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensi yang lain.
·          Irregular , apabila bentuk kristal tidak teratur

d.      Hubungan antar Kristal
Hubungan antar kristal atau disebut juga relasi didefinisikan sebagai hubungan antarakristal/mineral yang satu dengan yang lain dalam suatu batuan. Secara garis besar, relasi dapatdibagi menjadi dua, yaitu:
·         Equigranular , yaitu apabila secara relatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan berukuransama besar. Berdasarkan keidealan kristal-kristalnya, maka equigranular dibagi menjadi tiga,yaitu:
v  Panidiomorfik granular , yaitu apabila sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yang euhedral.
v   Hipidiomorfik granular , yaitu apabila sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yang subhedral.
v   Allotriomorfik granular , yaitu apabila sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yang anhedral.
·         Inequigranular , yaitu apabila ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak samabesar. Mineral yang besar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik yangbisa berupa mineral atau gelas.
e.       Komposisi Mineral
Berdasarkan mineral penyusunnya batuan beku dapat  dibedakan menjadi 4 yaitu:
·          Kelompok Granit – Riolit, Berasal dari magma yang bersifat asam,terutama tersusun oleh mineral-mineral kuarsa ortoklas, plaglioklas Na, kadang terdapat  hornblende,biotit,muskovit dalam jumlah yang kecil.
·         Kelompok Diorit – Andesit,          Berasal dari magma yang bersifat intermediet,terutama tersusun atas mineral-mineral plaglioklas, Hornblande, piroksen dan kuarsa biotit,orthoklas dalam jumlah kecil
·         Kelompok Gabro – Basalt,           Tersusun dari magma yang bersifat basa dan terdiri dari mineral-mineral olivine,plaglioklas Ca,piroksen dan hornblende.
·         Kelompok Ultra Basa,      Tersusun oleh olivin dan piroksen.mineral lain yang mungkin adalah plagliokals Ca dalam jumlah kecil.

2.      Tekstur Khusus Batuan Beku
a.       Batuan yang mengandung kristal berukuran kasar yang tertanam dalam massa dasar yangberukuran lebih halus.
·         Porphyritic/phyric= jika massadasar kristalin
·         Vitrophyric = jika massadasar gelasan
·         Felsophyric : jika massadasar berupa kuarsa dan feldspar yang saling tumbuh bersama atauintergrowth.
·         Orthophyric : jika massadasar berupa feldspar yang bentuknya gemuk, siku-siku.
·         Cumulophyric : jika fenokris mengelompok/berkumpul
b.      Tekstur Khusus
·         Ophitic dan subophitic,  merupakan tekstur yang khas pada kelompok gabro/ basalt,terutama diabas. Merupakan intergrowth antara piroksen dan plagioklas.
v  Ophitic , Jika mineral plagioklas dilingkupi oleh mineral piroksen

v  Subophitic , Jika mineral piroksen dilingkupi oleh mineral plagioklas

·         Tekstur graphic , merupakan tekstur yang sering ada pada batuan beku yang kaya silika,terutama granit, pegmatit, dimana mineral kuarsa tumbuh bersama dengan alkali feldspar.
·         Trachytic (pilotaxitic), tekstur yang umum pada batuan vulkanik, berupa mikrolit yangmembentuk orientasi tertentu, karena dihasilkan oleh mekanisme aliran.
·         Intergranular /intersertal,  banyak dijumpai pada batuan lava dan hipabisal, khususnya basalt dandiabas. Celah-celah sudut mineral feldspar ditempati oleh mineral ferromagnesian (olivin,piroksen, bijih besi) atau gelas, mineral sekunder, serpentin, chlorit dll.
·         Amygdaloidal texture,  sering dijumpai pada lava atau batuan intrusi dangkal. Berupa lubang-lubang gas (vesicles), yang terisi mineral sekunder, seperti opal, chalsedon, chlorite, kalsit.
·         Granophyric / micrographic , merupakan tekstur intergrowth antara mineral kuarsa dengan feldspar, tetapi dengan ukuran yanglebih halus.Terdapat pada batuan applite.

Share it