Jumat, 14 Desember 2012

KERAJAAN SRIWIJAYA



Sumber Sejarah
a.      Prasasti Kedukan Bukit
Isi prasasti menyatakan bahwa Dapuntahyang mengadakan perjanjian suci dengan perahu dan membawa 2000 orang.

b.      Prasasti Talang Tuwo
Isi prasasti menyatakan pembuatan taman bernama Sriketra.

c.       Prasasti Telaga Batu
Isi prasasti menyatakan kutukan bagi rakyat yang melakukan kejahatan dan tidak taat pada perintah raja.

d.      Prasasti Kota Kapur
Isi prasasti menyatakan usaha kerajaan Sriwijaya untuk menaklukkan Jawa yang tidak setia kepada Sriwijaya.

e.       Prasasti Karang Berahi
Isi kedua prasasti menyatakan pemerintahan dewa agar menjaga kerajaan Sriwijaya dan menghukum setiap orang yang bermaksud jahat.

Pendukung Berkembangnya Kerajaan Sriwijaya
-          Letak Sriwijaya sangat strategis, yaitu berada di jalur lalu lintas perdagangan antara India dengan Cina.
-          Runtuhnya kerajaan Funan di Indocina. Keruntuhan Funan memberi peluang bagi Sriwijaya untuk mengambil alih peran sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara.
-          Majunya aktivitas pelayaran dan perdagangan antara India dan Cina. Kemajuan itu menyebabkan banyak kapal dagang yang singgah di Sriwijaya
-          Memiliki armada laut yang kuat.
-          Melayani distribusi ke berbagai wilayah di Nusantara.

Pusat Perkembangan Agama Budha
Sriwijaya dijadikan sebagai pusat agama budha di Asia Tenggara. Rahib-rahib yang belajar di Sriwijaya dibimbing oleh seorang guru yang terkenal bernama Sakyakirti.

Kejayaan Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya mencapai kejayaannya pada abad ke-8 dan ke-9 M. semasa pemerintahan raja Balaputeradewa dari dinasti Syailendra. Ia merupakan raja yang cakap dalam memerintah dan berhasil menjadikan Sriwijaya kerajaan yang besar. Pada masanya, ia banyak mengirimkan para rahib muda untuk  belajar di India, terutama di sekolah.


Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya
Penyebab kemunduran Sriwijaya antara lain sbb :
-          Serangan kerajaan Cholamandala dari India Selatan pada tahun 1024 M dan 1030 M ( sumber lain menyebutkan pada tahun 1017 M dan 1025 M ).
-          Kekuatan armada laut Sriwijaya semakin melemah.
-          Merosotnya aktivitas perdagangan di Sriwijaya.
-          Berdirinya kerajaan Majapahit sekitar abad ke-13. Sepak terjang Majapahit dengan sumpah palapanya membuat Sriwijaya hilang dari kancah sejarah.

1.      Kehidupan Sosial Masyarakat Sriwijaya
Sriwijaya merupakan kerajaan bercorak Budha, sehingga kehidupan masyarakatnya pun berdasarkan agama Budha. Untuk meningkatkan kehidupan sosial masyarakat nya, kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan-kerajaan lain disekitarnya dan mengembangkan pendidikan.

2.      Kehidupan Politik Masyarakat Sriwijaya
Keunggulan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan dan salah satu pusat Budha ditunjang oleh keunggulan politik luar negeri. Sriwijaya menitik beratkan politiknya pada diplomasi.
Pertama-tama, diplomasi dilakukan untuk mengontrol hubungan dagang di wilayah strategis, yakni Selat Malaka.
Lebih lanjut, diplomasi dilakukan untuk membentuk persekutuan dengan kerajaan tetangga. Lebih lanjut lagi, diplomasi diarahkan untuk membendung pengaruh Cina, India, dan Jawa dikawasan Selat Malaka.

3.      Kehidupan Ekonomi Masyarakat Sriwijaya
Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang menguasai perdagangan diwilayah perairan Asia Tenggara. Sebagai pusat perdagangan, kapal-kapal dagang yang singgah di pelabuhan Sriwijaya diwajibkan membayar upeti / pajak kepada raja.

Share it