Jumat, 14 Desember 2012

PERADABAN ISLAM MASA BANI ABBASIYAH



  1. SEJARAH BERDIRINYA DINASTI ABBASIYAH

Pemerintahan Dinasti Abbasiyah dinisbatkan kepada Al-Abbas, Paman Rasulullah. Sementara khalifah pertama pemerintahan ini adalah Abdullah Ash Shaffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Muthalib. Dinasti Abbasiyah didirikan pada tahun 132 H / 750 M, oleh Abdul Abbas Ash-Shaffah dan sekaligus khalifah pertama. Kekuasaan dinasti Abbasiyah berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, yaitu selama lima abad dari tahun 132-656 H( 750 M-1258M ). Berdirinya pemerintahan ini dianggap sebagai kemenangan pemikiran yang pernah dikumandangkan bani Hasyim ( alawiyun ) setelah meninggalnya Rasulullah dengan mengatakan bahwa yang berhak untuk berkuasa adalah keturunan Rasulullah dan anak-anaknya. Sebelum berdirinya dinasti Abbasiyah terdapat tiga poros utama yang merupakan pusat kegiatan yaitu : Humaimah, Kufah dan Kurosah.

-          Humaimah merupakan tempat yang tentram bermukim ditempat itu keluarganya bani Hasyim baik kalangan pendukung Ali maupun Abbas.
-          Kufah merupakan penduduk yang wilayahnya menganut aliran Syi’ah pendukung Ali bin Abi Thalib, yang selalu bergerak dan ditindas oleh bani Umaiyyah.
-          Kurosah memiliki warga yang pemberani, kuat fisik dan teguh pendirian, tidak mudah terpengaruh nafsu dan tidak mudah bingung terhadap kepercayaan yang menyimpang.

PEMERINTAHAN ABUL ABBAS ASY SYAFAH

Bani Abbasiyah mewarisi imperium besar dari Umayyah, mereka memungkinkan dapat mencapai hasil lebih banyak, karena landasannya telah dipersiapkan oleh bani Umayyah. Oleh abbasiyah ini dalam kepemimpinan masyarakat islam lebih sekedar penggantian dinasti.
Seluruh anggota Abbash dan pimpinan umat islam menyatakan setia kepada Abdul Abbas as Shafah sebagai khalifah mereka.
As Shafah kemudian pindah ke Ambar sebelah barat sungai Eufrat dekat Baghdad, ia mengggunakan sebagian besar pemerintahannya untuk memerangi para pemimpin arab yang kedapatan membantu bani Umayyah. As-Shafah juga memutuskan untuk menghabisi nyawa orang yang membantu bani Umayyah.
Kekhalifahan Abbasiyah bertahan hanya selama 4 tahun 9 bulan, ia wafat pada tahun 136 H di Abar. Satu kata yang telah dijadikannya sebagai tempat kedudukan pemerintahan ia berumur idak lebih dari 33 tahun bahkan ada yang mengatakan ia meninggal dunia sewaktu berumur 29 tahun. Selama dinasti Abbasiyah berkuasa ia membagi masa pemerintahannya menjadi 4 priode sebagai berikut :

1.      Masa Abbasiyah I yaitu : semenjak lahirnya Daulah Abbasiyah tahun 132 H ( 750 M ) sampai meninggalnya khalifah Al-Warsiq232 H ( 847 M ).
2.      Masa Abbasiyah II yaitu : mulai khalifah Almutawakkin pada tahun 232 H ( 847 M ) sampai berdirinya Daulah Buwarhiyah di Baghdad pada tahun 334 H ( 946 M )
3.      Masa Abbasiyah III yaitu dari berdirinya Daulah Buwarhiyyah tahun 334 H ( 946 M ) sampai masuknya kaum saljuk ke baghdad tahun 447 H          ( 1055 M )
4.      Masa Abbasiyah IV yaitu masuknya orang-orang saljuk ke Baghdad ke tangan bangsa mangal dibawah pimpinan Hulaghukan pada tahun 656 H      ( 1258 M )

  1. PARA KHALIFAH DINASTI ABBASIYAH
 Khalifah Abbasiyah berjumlah 37 orang mereka adalah :
1.      Abdul Abbas As Shafah ( Pendiri )
2.      Abu Ja’far Al-Manshur
3.      Abu Abdunah Muhammad Al Mahdi
4.      Abu Muhammad Musa Al Hadi
5.      Abu Ja’far Harun Arrasyid
6.      Abu Musa Al-Amin
7.      Abu Ja’far Abdullah Al-Ma’mum
8.      Abu Isaac Al-Mu’tashim
9.      Abu Ja’far Harun Al-Watsiq
10.  Abu Fadli Ja’far al Mutawakkil
11.  Abu Ja’far al Muntashir
12.  Abu Abbas Ahmad al Musta’in
13.  Abu Abdullah al Mu’taz
14.  Abu Ishak al Muntabi
15.  Abdul Abbas Ahmad al Muktamid
16.  Abu Abbas Ahmad al Mu’tadid
17.  Abul Ali-al Muktafi
18.  Abul Padi Ja’far al Muqtadir
19.  Abu Manssur al Qahir
20.  Abul Abbas Ahmad Arradhi
21.  Abul Ilhaq Ibrahim al Muttaqi
22.  Abul Qasyim Abdullah al Mustaqfi
23.  Abu Qasyim al Fadl al Mu’ti
24.  Abul Fadli Abdul Kharim At Thai
25.  Abul Abbas Ahmad al Qadir
26.  Abu Ja’far Abdullah
27.  Abul Qasim Abdullah al Muqtadi
28.  Abdul Abbas Ahmad al Mustadzir
29.  Abu Manshur al Fadl al Mustarsyid
30.  Abu Ja’far al Manssur ar Rasyid
31.  Abu Abdullah al Muqtafi
32.  Abu Mudzakar al Mustanjid
33.  Abu al hasan al Mustadi
34.  Abu al Abbas ahmad an Nasir
35.  Abu Nasr az Zahri
36.  Abu Ja’far al Manssur al Muntansir
37.  Abu Ahmad Abdullah al Mu’tashim Billah

  1. MASA KEJAYAAN DINASTI ABBASIYAH

Pada Priode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasan, secara pollitis para khalifah betul-betul tokoh yang kuat merupakan pusat kekuasaan politik sekaligus agama.

Pusat kejayaan dinasti Abbasiyah terjadi pada masa khalifah Harun Ar Rasyid       ( 786-809 M ), dan anaknya Al-Makmum ( 813-833 M ). Pada masa Harun ar Rasyid memerintah negara dalam keadaan makmur, kekayaan melimpahi keamanan terjamin, serta wilayah meluas mulai dari Afrika Utara hingga India, pada masanya Hidup Pula seorang Fasuf, pujangga ahli baca ﺍﻠﻘﺮﺍﻥ  dan para ulama bdg agama. Sehingga didirikan perpustakaan bernama ” Baitul Hikmah ” ia juga seorang yang beragama menunaikan ibadah haji setiap tahunnya yang diikuti oleh keluarga, pejabat, para ulama dan berderma kepada fakir miskin. Dan pada masa Al Makmum ilmu-ilmu masuk kedalam islam melalui terjemahan dari bangsa Yunani dan Persia ke dalam bangsa Arab, disamping bahasa India.

Diantara penerjemah yang masyhur saat itu adalah Hunain bin Ishak, seorang kristin Nestarian yang banyak menerjemahkan buku-buku bahasa yunani ke bahasa arab.

Lembaga pendidikan pada masa dinasti Abbasyiah mengalami perkembangan dan kemajuan sangat pesat. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa arab, baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak masa bani Umayyah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Kemajuan pada masa Bani Abbasyaih sbb :

1.      Terjadinya asimilasi antara bahasa arab dengan bangsa-bangsa lain lebih dahulu mengalami perkembangan dalam berbagai ilmu pengetahuan pada masa pemerintahan bani Abbas. Bangsa-bangsa arab banyak yang masuk islam, asimilasi berlangsung secara efektif dan bernilai guna. Disamping itu masuknya bangsa persia sangat berjasa dalam perkembangan ilmu, filsafat,dan sastra sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan di berbagai ilmu terutama filsafat.

2.      Penerjemahan berlangsung dalam tiga fase, pertama pada masa khalifah al Manshur, hingga Harun ar Rasyid dalam fase ini banyak diterjemahkan adalah karya dalam bidang astronomi mantra. Fase kedua mulai khalifah al Makmum tahun 300 H, buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. Fase ketiga setelah tahun 300 H yaitu adanya pembuatan kertas, selanjutnya bidang-bidang ilmu diterjemahkan semakin luas.


  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMUNDURAN DINASTI ABBASIYAH

Penyebabnya adalah :

1)      Luas wilayah kekuasaan Daulah Abbasiyah sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan, bersamaan dengan itu tingkat saling percaya diantara penguasa dan pelaksana sangat rendah.

2)      Dengan propesionalisasi angkatan bersenjata ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.


3)      Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar. Saat kekuatan militer menurun khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke Baghdad.

Sedangkan menurut Dr. Badri Yatim M.A yang menyebabkan kemunduran bani Abbasiyah :

1)      Persamaan antar bahasa
2)      Kemerosotan ekonomi
3)      Konflik keagaamaan
4)      Perang Shalib
5)      Serangan bangsa mongol

Share it